Agen Bola Revolusi Taktik Sepak Bola Punahnya Striker Murni

Revolusi Taktik Sepak Bola – Punahnya Striker MurniAgen BolaPada awal tahun 2000an, sepakbola modern merayakan turnamen paling menyerang dan terbuka sejauh itu, Euro 2000. Keempat semifinalis memainkan trequartista, pemain bertipe nomer 10, di lubang antara lini pertahanan dan lini tengah lawan. Prancis, Italia, Portugal, dan Belanda masing-masing memiliki Zinedine Zidane, Francesco Totti, Manuel Rui Costa, dan Dennis Bergkamp – seperti sebuah kewajiban untuk memiliki pemain tipe ini agar bisa sukses – ditunjukan juga dengan tersingkirnya Inggris dan Jerman yang tidak punya pemain nomer 10.

Saat ini, dua orang pemain terbaik dunia – Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo – merupakan pemain yang biasa bermain melebar lalu memotong ke sisi dalam. Messi dan Wayne Rooney tentu akan dimainkan sebagai trequartista (atau enganche, terserahlah) jika mereka memulai karir mereka satu dekade lebih awal. Hampir semua pemain yang dulunya seperti ditakdirkan untuk bermain di posisi itu harus berubah, jadi dimainkan lebih ke sisi luar. Tentu saja, bermain lebih melebar memerlukan kecepatan yang lebih, dan saat itulah Messi, Rooney, Arshavin, ataupun Ribery tidak akan menemukan masalah sama sekali, dan menemukan tempat mereka di sepakbola modern. Ronaldo, Rooney, Arshavin, Messi, dan Totti juga bisa didapuk bermain di depan untuk menjadi false nine bila diperlukan.

Tapi bagaimana dengan pemain-pemain yang tidak bisa bermain di depan, ataupun kecepatan dan skill yang mumpuni untuk bermain melebar? Cek saja barisan “Maradona baru” dari Argentina yang seperti sebuah daftar para pemain yang tidak bisa memuaskan ekspektansi awal terhadap mereka. Juan Riquelme, Pablo Aimar, Andres D’Alessandro, dan Javier Saviola. Bukan berarti mereka tidak sukses sama sekali – Aimar dan Saviola utamanya bermain bagus untuk Valencia dan Barcelona – namun tidak bisa dipungkiri tidak satupun dari keempat pemain tersebut bisa mencapai apa yang mereka sudah digadang-gadang – Agen Bola.

Ini mungkin disebabkan masalah perbedaan istilah taktik sepakbola di Amerika Selatan dengan Eropa. Posisi enganche masih merupakan posisi utama – aktor utama – di seluruh Amerika Latin, namun Eropa sudah tidak lagi memainkan posisi pemain nomer 10 di belakang penyerang. Jadi bukanlah kebetulan banyak pemain yang disebut ”Maradona baru” datang merantau dari Argentina dan mengalami kesulitan untuk bermain hebat dalam jangka panjang, kecuali satu pemain Argentina yang bermain hebat terus-terusan, dan meraih semua prestasi yang ada, tentu saja yang saya maksud adalah Messi. Namun dia sendiri memang tiba di Eropa saat masih berusia 13 tahun dan akibatnya sudah merasakan lebih dulu sistem Eropa di La Masia.

Jonathan Wilson, seorang ahli soal taktik sepakbola mendeskripsikan Riquelme sebagai ”playmaker gaya lama yang terakhir”, membedakannya dengan Luka Modric, seorang pemain yang lebih banyak bergerak di lapangan, lebih adaptif dan bisa diandalkan sebagai ”playmaker gaya baru”. Dia mengemukakan bahwa dengan memiliki playmaker tertentu, sebuah tim akan mengalami ketergantungan.

Pemain-pemain di posisi ini memang diandalkan, utamanya di Argentina, sebagai seniman di lapangan hijau, pesulap yang menunjukkan sihir yang tidak bisa ditebak, menghasilkan momen-momen jenius dengan teknik individunya, dan mereka tetap diharapan menjadi pemain paling konsisten di tim itu. Hal itu masih mungkin saat formasi yang dimainkan hanya 4-4-2 dan saling bertemu, di lapangan yang terjadi adalah duel lini tengah antara tukang angkut air melawan trequartista yang kreatif, namun seiring popularitas 4-3-3 lini tengah semakin penuh pemain, tidak mungkin lagi ada pemain yang bisa memainkan peran yang telah dimainkan Zidane, Rui Costa, ataupun Totti di awal pergantian abad ini – Agen Bola.

Berapa banyak pemain nomer 10, playmaker gaya lama, yang masih bermain di sebuah klub besar di salah satu liga top Eropa? Kaka salah satunya tentu saja, walaupun sebagian besar karirnya dihabiskan di Milan yang memainkan gaya sepakbola yang berbeda dengan klub-klub lain di Eropa. Kecenderungan mereka untuk memenuhi lapangan tengah dengan playmaker – sampai empat – berarti Kaka bukan satu-satunya pemain yang diandalkan kreativitasnya, dan Milan bisa bermain bagus walaupun Kaka bermain buruk. Harus diakui bahwa bahkan saat masa emasnya pun Kaka tidak bermain secara konsisten – masih kalah dari Ronaldo ataupun Messi saat mereka menjadi pemain terbaik dunia. Di Real Madrid dia tidak punya posisi seperti itu, dan langsung mengalami kesulitan.

Temannya dari Brazil, Diego, juga mengalami kisah yang serupa – pemain dengan bakat yang menakjubkan, namun tidak lagi terlihat kehebatannya di Juventus, walau saat ini dia bangkit kembali di Jerman. Totti, pemain nomer 10 yang disebut-sebut paling hebat sepanjang masa, saat ini lebih banyak bermain sebagai striker daripada trequartista. Wesley Sneijder dan Pavel Nedved juga sempat mengalami kesulitan saat bermain sebagai trequartista, namun untungnya mereka juga bisa bermain melebar. Tim-tim lain memang ada yang memainkan playmaker di tengah – Cesc Fabregas di Arsenal, Steven Gerrard di Liverpool, dan Frank Lampard di Chelsea – namun mereka merupakan pemain yang lebih komplit dan pekerja keras dibanding Riquelme. Yoann Gourcuff mungkin satu-satunya pemain playmaker gaya lama yang bermain di level atas, sayangnya dia Cuma bermain di, dengan segala hormat, Ligue 1, dia harus pindah ke liga lain yang lebih baik, atau menunjukkan performanya di turnamen mayor internasional, sebelum dia benar-benar dianggap sebagai pemain kelas dunia.

Jadi kita mencapai kesimpulannya, tidak akan ada lagi pemain yang disebut-sebut Rui Costa baru ataupun Dennis Bergkamp baru dari sisi permainan, kecuali sepakbola modern kembali menerima pemain nomer 10. Hingga saat itu, kita akan lebih sering mendengar sebutan Cristiano Ronaldo baru ataupun Lionel Messi baru – Agen Bola.

Ditulis oleh Artikel Bola Super Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://artikelbolasuper.com/agen-bola-revolusi-taktik-sepak-bola-punahnya-striker-murni/ Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.