Antonio Conte Bela Prestasi Tim Asuhannya

Antonio Conte Prestasi Tim Asuhannya

Antonio Conte Bela Prestasi Tim Asuhannya – Pelatih Juventus, Antonio Conte meyakini bahwa pasukannya akan belajar dari kegagalan di Liga Champions Eropa. Tetapi, dia juga mengeluhkan bahwa dia merasa timnya telah dikritik secara tidak adil. Antonio Conte mengakui bahwa keluarnya Juventus dari babak grup Liga Champions Eropa pada tengah pekan kemarin seharusnya tidak dilihat sebagai sebuah kegagalan.

Dia menginginkan semua pihak yang memang merupakan bagian dari tim Bianconeri seharusnya terus mendukung upaya perbaikan yang dilakukan. Karena La Vecchia Signora memang terkenal bermental juara dan mental pemenang adalah mereka yang cepat mempelajari kesalahannya lalu memperbaiki kesalahan tersebut untuk pada akhirnya menjadi juara dan tertawa di akhir cerita.

Bianconeri alias Tim Kuda Zebra ini tereliminasi dari Liga Champions Eropa dan harus rela terpaksa masuk ke European League alias Liga Eropa atau kompetisi kelas dua di benua Eropa. Mereka harus menelan pil pahit kegagalan karena mengalami kekalahan 1-0 dari Galatasaray pada tengah pekan. Karena kegagalan tersebut kemudian banyak kritikan datang dari berbagai kalangan termasuk juga dari Marcelo Lippi, mantan pelatih Juventus yang pernah membawa tim tersebut merajai Eropa bahkan dunia. Lippi mengaku amat kecewa dengan performa Juve dan mengatakan bahwa gagal lolosnya Juventus ke babak selanjutnya di ajang Liga Champions Eropa adalah sebuah kesalahan bersama yang harus ditanggung oleh seluruh awak tim.

Bagaimanapun juga, Conte yang mampu membawa Juventus menjadi scudetto Seria A dua kali berturut-turut sebenarnya cukup terganggu dengan berbagai kritikan dan cercaan yang datang. Mungkin mereka menginginkan Juventus lebih dari sekadar juara Serie A tetapi juga Liga Champions Eropa. Prestasi Juventus di ajang Liga Champions Eropa memang kalah mengkilat dibandingkan dua rivalnya di Serie A yakni duo kota Milano, AC Milan dan Inter Milan. Milan mampu menggondol raihan total Piala Champions sebanyak tujuh kali sementara itu klub saudara sekotanya bisa mengoleksi sebanyak tiga kali bahkan pada tahun 2010 saat Inter meraih mahkota Champions Eropa yang ketiganya mereka juga melengkapinya dengan klub Italia pertama yang meraih Treble Winners.

“Gagal dalam hal apa? Karena kami tidak menang di Liga Champions? Jika target kami pada musim ini adalah menang Liga Champions Eropa maka itu adalah sebuah kegagalan. Dalam ingatan saya kami harus memenangkan Scudetto baru Liga Champions Eropa. Banyak kritik tidak adil yang mengarah pada kami.

Seharusnya ini adalah sebuah pelajaran untuk kami berkembang. Tim ini masih minim pengalaman di Eropa maka dibutuhkan banyak hal agar bisa lebih berjaya lagi. Terus terang saya terganggu dengan kritik yang ada. Mereka mungkin tidak puas dengan hanya juara Serie A. Itulah manusia. Tidak pernah puas.” Kata Conte di konferensi pers jelang pertandingan melawan Sasuolo semalam.