Bola Online Inter Milan Anti Kanan

Inter Milan Anti KananInter Milan Anti Kanan Bola Online – Inter Milan adalah sebuah klub yang anti kapitalis alias anti kanan Untuk membuktikan hal ini mari kita ke sebuah teater bohemian dan klub budaya di kota Milan yang bernama Communa Baines. Saat Berlusconi menduduki kembali tampuk  kekuasaan tahun 2001. Communa Baires menggalang aliansi dengan Inter Milan. Communa Baires menjadi tuan rumah acara sastra petang hari bagi Inter. Pemain-pemain asing Inter saat itu (dari Kolombia, Turki, Argentina, dll) berbagi panggung dengan penulis-penulis tuan rumah dalam acara baca sastra. Selesai acara, para pemain, pelatih, dan pengurus Inter makan malam bersama kaum intelektual pro-Inter di meja panjang ruang bawah tanah teater tersebut. Inilah acara malam hari yang hanya bisa berlangsung di kalangan kaum kiri Italia, mereka-mereka yang dibesarkan dengan teori-teori kontra-hegemoni Antonio Gramsci.

Pada suatu malam Communa Baires menggelar acara deklamasi puisi untuk menghormati kapten Inter yang berasal dari Argentina, Javier Zanetti. Seperti teater bohemian lainnya, Baires berkesan bobrok. Panggung utamanya terletak di ruang gelap gulita dengan anak tangga dan bangku-bangku kayu reyot. Acara deklamasi ditata melingkar, dan sekumpulan pira serta wanita berkacamata mengelilingi Zanetti. Ia duduk di meja bermikrofon, yang dilapisi kain sewarna seragam Inter. Sambil menunggu acara dimulai, ia beringsut di tempat duduknya.

Sutradara Communa Baires,seorang pria paruh baya dengan kemeja lengan panjang tapi tak rapi, ia memimpin acara malam itu. Ia menghangatkan penonton dengan pidato berapi-api tentang Inter. Ia menyanjungi klub tersebut atas filosofinya yang “anti-Bush, anti-Berlusconi, anti-Amerika.” Untuk membenarkan klaim ini, ia sebutkan riwayat panjang Inter yang selalu gagal ketika sudah hampir memenangi kejuaraan. Bertentangan dengan etos kapitalisme Amerika, fans Inter tahu bahwa ada hal-hal yang lebih utama dalam hidup ini selain kemenangan Bola Online.

Para jurnalis, novelis, dan penyair bergantian menyusulnya ke depan mikrofon, masing-masing memberikan penghormatan kepada Inter dan Zanetti. Kebanyakan menyuarakan garis anti-kapitalis yang sama seperti si sutradara. Selang antar pembicara, ia memberikan lukisan-lukisan cat minyak kepada Zanetti yang dibuat khusus untuk menghormatinya. Kemudian para intelektual tadi bersemangat sekali melanjutkan perayaan dengan merayakan kualitas mistis dan kepekaan estetis para pemain Inter di masa lalu.

Belum lagi sejarah Inter yang memang dibentuk atas anti dominasi. Semakin lengkaplah memang melabeli Inter sebagai klub kiri yang anti dominasi. Walaupun agak sedikit kontradiktif bahwa kiri artinya menolak globalisasi tapi Inter adalah globalisasi sesungguhnya bahkan kapten mereka saja berasal dari Argentina namun para pendukung mengelak dengan menjawab semangat anti kanan artinya adalah menolak segala bentuk penguasaan ekonomi dari yang kuat kepada yang rendah. Memang masih banyak kemudian hal yang bisa dibahas mengenai ini namun penulis merasa untuk cukup terlebih dahulu dan mengakhirkannya di sini Bola Online.