Jerome Boateng Gentar Bertemu Dengan Arsenal

Jerome Boateng Gentar Bertemu Dengan Arsenal

 

Jerome Boateng Gentar Bertemu Dengan Arsenal – Bek tangguh Bayern Muenchen Jerome Boateng pusing begitu mengetahui lawan di babak 16 besar Arsenal. Pada undian Liga Champions di awal pekan ini,  juara bertahan harus berjumpa dengan lawan sengit dan ini merupakan sebuah pertemuan ulangan di musim lalu.

Bahkan kali ini tim besutan Pep Guardiola bukan tidak mungkin untuk tersingkir dari percaturan Liga Champions 16 besar, mengingat aksi impresif The Gunners selama memainkan perannya di kandang dengan baik, walau pada laga terakhir mereka terpeleset saat ditaklukkan Napoli 2-0.

Namun itu semua tentu tidak berlaku dan habis c erita bagi Arsene Wenger. Anak-anak asuhannya tentu ingin bangkit dari keterpurukan dan tentunya dalam kurun dua bulan ke depan akan banyak perubahan yang mewarnai baik di persaingan domestik maupun kondisi tim itu sendiri.

Bahkan pada pertemuan musim lalu di babak yang sama, Bayern Muenchen harus mengakui ketangguhan Aaron Ramsey dan rekan-rekannya saat mengalahkan mereka dengan skor 2-0 di Muenchen, namun keberuntungan menaungi mereka saat menceploskan gol tandang lebih baik saat membungkam publik Emrates dengan 3-1.

 Dan meski demikian persaingan tentu kini jauh berbeda dan kehadiran Mesut Ozil merupakan hal utama yang menggetarkan Jerome Boateng.

“Mereka merupakan lawan tangguh bagi kami. Tentu saja penampilan mereka saat ini semakin jauh lebih baik, atas apa yang sudah terjadi belakangan ini. Kedua pertemuan tentu akan penuh dengan ketegangan,” ungkap Boateng.

Apabila Arsenal dan Bayern merupakan duel sengit, maka hal yang sama juga dirasakan tim Liga Premier lainnya yang harus bersiap menghadapi terjangan Barcelona dalam dua pertemuan mendatang.

Sementara itu ujung tombak Didier Drogba mengaku sangat senang bisa bertemu dengan Chelsea, dan ia seperti pulang ke rumahnya sendiri bila menghadapi pertemuan dengan skuad asuhan Jose Mourinho dalam waktu dekat.

Bagi Chelsea sosok mantan penyerang Olympique Marseille itu sudah seperti pahlawan bagi tim yang dikuasai Roman Abramovich. Drogba mengambil peranan sentral ketika menjuarai Liga Champions pada musim 2012, di mana saat itu mereka sukses menyingkirkan juara musim lalu, Bayern Muenchen di laga puncak.

Saat itu Drogba mampu menjadi penyeimbang bagi Chelsea setelah sebelumnya sempat tertinggal lebih dulu dengan membuat skor 1-1 dan kemudian di babak penalti, eksekusinya tidak mampu diselamatkan Manuel Neuer, sehingga membuat tim asuhan Roberto Di Matteo saat itu, menjuarai untuk pertama kali dalam sejarah The Blues.

“Saya sudah menanti-nantikan hasil pengundian ini dan ternyata saya harus kembali pulang ke Chelsea,” harap Drogba.

“Kini saya akan tunjukkan kemampuan yang sebenarnya saat melawan mereka dan akan membawa Galatasaray ke puncak tertinggi dalam sebuah prestasi di Eropa.

“Saya sudah tidak sabar untuk menantikan pertemuan antar kedua tim. Kita lihat saja dalam beberapa bulan ke depan.”